Mauricio Pochettino yakin bisa mengembalikkan Tottenham ke jalan persaingan. Sebab, Pochettino pernah menghadapi musim yang lebih sulit ketimbang ini.

Pochettino menjadi sorotan lantaran performa buruk dari Spurs dari beberapa laga terakhir. Di Liga Inggris, Spurs telah menelan 2 kekalahan.

Di Liga Champions, Spurs mengawali laga dengan hasil imbang . Puncaknya adalah ketika Spurs disingkirkan Colchester lewat adu penalti pad babak ketiga Piala Liga Inggris.

Lebih menyakitkan lagi adalah Spurs seperti sulit mempertahankan keunggulan, yakni kala kalah dari Leicester City dan diimbangi Olympiakos. Wajar jika masa depan Pochettino mulai dispekulasikan.

Meski demikian, Pochettino tak mau ambil pusing karena dia pernah merasakan situasi yang lebih sulit ketimbang ini. Periode itu adalah tahun pertamanya melatih Spurs setelah meninggalkan Southampton pada 2014.

Pochettino sebagai manajer muda potensial kala itu punya tugas berat membawa Spurs ke persaingan papan atas. Di musim pertamanya, Spurs memang berhasil melaju ke final Piala Liga Inggris sebelum dikalahkan Chelsea.

Di Premier League, Spurs kala itu cuma finis kelima dan gagal ke Liga Champions, sebelum pecah telur di musim berikutnya dan bertahan hingga 2019/2020 ini.