Duel antara Indonesia melawan Timor Leste hampir selalu berjalan panas. Bagaimana kedua pelatih menyikapinya?

Indonesia U19 vs Timor Leste di Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. Duel kedua tim berlangsung di Stadion Madya.

Pada pertemuan terakhir di pada ajang Piala AFF U-18, Garuda Muda menang 4-0. Laga tak berjalan mulus, setelah ada ribut-ribut jelang akhir laga, yang berbuntut kartu merah untuk pemain Timor Leste.

Di level Timnas U-16, ada juga kartu merah saat Indonesia vs Timor Leste. Tim asuhan Fakhri Husaini menang 3-0, satu pemain Timor Leste, Oscar, mendapat dua kartu kuning akhir pertandingan.

Keributan juga pernah terjadi di SEA Games 2017. Hal itu terjadi karena Evan Dimas dilanggar cukup keras oleh pemain Timor Leste. Wasit akhirnya menghadiahkan kartu merah kepada pemain Timor Leste.

Fakhri berharap pemain yang bertanding bisa menunjukkan rasa hormat satu sama lain. Permainan tempo tinggi juga harus ditampilkan.

“Kami berharap mereka punya batas respek, fair play, dan sportivitas. Sepakbola tentu harus tampil dengan tempo tinggi,” kata Fakhir dalam konferensi pers jelang laga di Hotel Century.

Pelatih Timor Leste, Eduardo Pereira, memaklumi jika pemainnya emosional di lapangan. Tapi, dia berharap tetap bisa menahan diri.

“Pemain bakal emosional karena masih muda. Saya akan berupaya menahan emosi para pemain. 90 menit menentukan, setiap tim pasti mau menang. Percuma bermain ke luar negeri kalau tidak maksimal.