Piala Eropa 2020 ditunda hingga tahun depan karena pandemi virus corona. Berikut pernyataan resmi dari UEFA selaku badan tertinggi sepakbola Eropa.
UEFA telah mengadakan rapat untuk membahas kelanjutan Piala Eropa 2020 pada Selasa (17/3/2020).

Rapat tersebut dilakukan lewat teleconference, dihadiri oleh 55 federasi negara anggota, perwakilan FIFPRO, direksi European Club Association, dan direksi European Leagues.

Setelah sempat ‘dibocorkan’ lebih dulu lewat federasi sepakbola Norwegia dan Swedia, akhirnya UEFA mengumumkan secara resmi, bahwa turnamen sepakbola terakbar di Eropa itu akan bergulir pada musim panas 2021.

“UEFA hari ini mengumumkan penundaan turnamen Piala Eropa 2020, yang seharusnya dimainkan pada Juni-Juli tahun ini,” tulis UEFA dalam situs resmi mereka.

“Kesehatan semua pihak yang terlibat dalam turnamen ini menjadi prioritas utama, termasuk menghindari tekanan kepada layanan publik negara-negara yang akan menjadi tuan rumah.”

“Penjadwalan ulang ini akan membuat seluruh kompetisi domestik yang tertunda karena pandemi virus corona bisa diselesaikan,” sambung pernyataan tersebut.

UEFA juga secara resmi menunda seluruh pertandingan kompetisi antar klub Eropa hingga waktu yang belum ditentukan. Sedangkan untuk play-off Piala Eropa, rencananya akan digeser dari Maret menjadi Juni mendatang.

“Semua pertandingan dan kompetisi di bawah naungan UEFA, baik level klub maupun tim nasional, untuk putra dan putri, akan ditunda sampai pengumuman lebih lanjut,” tulis UEFA.

“Play-off Piala Eropa 2020, dan laga persahabatan yang akan digelar pada Maret ini, akan dimainkan pada Juni, sambil mempertimbangkan kondisi saat itu.”

“Piala Eropa 2020 sedianya akan berlangsung di 12 kota pada 12 Juni – 12 Juli 2020. Jadwal baru yang direncanakan yakni berubah menjadi 11 Juni – 11 Juli 2021,” sambung pernyataan tersebut.