Perilaku suporter Timnas Indonesia ketika melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 5 September 2019, masih menjadi pembicaraan hangat. PSSI berharap para pendukung dapat mengubah perangai.

“Di luar negeri, pagar stadion tinggi, tak ada yang lompat ke dalam. Di dalam negeri, pagar (SUGBK) sudah menjulang tinggi, masih saja dipanjat,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria.
“Kami percaya suporter Timnas Indonesia, harus menjaga kesadaran sama-sama. Karena ini, berbicara tentang diri kita sendiri,” ujar Tisha.

Tisha tak mau lagi kejadian kala itu terulang. Terdekat, saat Timnas Indonesia melawan Thailand pada partai kedua Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di SUGBK, Selasa (10/9/2019), wanita berusia 33 tahun itu meminta suporter untuk menjaga harkat martabat negara di level internasional.

“Ini bicara tentang Indonesia. Bicara tentang nama dan reputasi Indonesia di mata dunia. Apalagi PSSI pihak yang paling bertanggung jawab atas ini semua. Walaupun itu hal yang kami tak mau dan yang kami tak bisa kontrol,” imbuh Tisha.

Citra PSSI tercoreng saat suporter Timnas Indonesia merusuh pada laga kontra Malaysia. Berbagai peristiwa terjadi. Termasuk, menghampiri tribune pendukung Malaysia yang membuat pertandingan sempat dihentikan.

Tak henti, kejadian tersebut terancam mempengaruhi peluang Indonesia dalam bursa pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Apalagi, pertandingan telah memasuki tahap akhir.

“Maka dari itu saya mengajak saat kami daftarkan pertandingan tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, saya memohon dukungan lapisan masyarakat, media, untuk sama-sama kami tunjukkan bahwa Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik,” tutur Tisha.